Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/jaury/public_html/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/jaury/public_html/wp-includes/query.php on line 61

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/jaury/public_html/wp-includes/theme.php on line 1109
Pengalaman Menurunkan Berat Badan | The Jaury

Pengalaman Menurunkan Berat Badan

By yappy

Dua tahun lalu, atau tahun 2007 yang lalu berat badan saya pernah mencapai 108 kg. Ini bukan hal yang menyenangkan tentunya. Apalagi tinggi saya hanya sekitar 167 cm, you can imagine how i look like
Bulan Maret 2007 saya ke dokter untuk sebuah medical check up (MCU) yang dijadwalkan perusahan di mana saya kerja. Setelah selesai MCU saya harus konsultasi dengan dokter membahas hasil MCU. Ternyata hasil MCU baik semua, kecuali hanya satu, saya dinyatakan obesitas dan harus segera menurunkan berat badan. Dokter mengatakan bahwa dia akan memeriksa saya tiga bulan lagi. Hal itu berarti saya harus kembali sekitar bulan Juni 2007.

Mulai berdiet
Setelah MCU tersebut saya belum memutuskan untuk menurunkan berat badan, karena saya pikir semua kondisi tubuh saya baik-baik saja, kecuali obesitas tersebut.
Pola makan saya masih seperti biasa, sehati tiga kali, dan diselingi dengan ngemil yang hampir setiap saat. Di kantor saya selalu bikin kopi atau teh, dan makan dengan kue-kue atau malah kadang-kadang makan coklat. Nanti setelah makan siang, sekitar jam 3 sore saya bikin minum lagi dan makan cemilan lagi.
Setelah makan malam, saya masih makan roti atau minum ice cream. Pokoknya hidup ini penuh dengan kenikmatan, makan sepuas-puasnya.

Penyakit penyakit saat belum diet
Sebelum menurunkan berat badan, saya adalah pengidap penyakit mag. Malam hari adalah saat yang paling sengsara. Hampir tiap malam menderita dengan sakit mag. Hal lain yaitu badan selalu pegal-pegal. Keluhan lainnya, karena terlalu gemuk saya jadi mudah capek, cepat kena flu dan pilek. Dengan perut yang besar, rasanya susah sekali untuk menunduk untuk mengambil sesuatu, atau untuk memakai kaos kaki dan sepatu.
Secara keseluruhan rasanya tidak hal yang positif dengan kondisi tubuh yang obesitas.

Berhenti makan nasi
Bulan Mei 2007 sebulan sebelum kembali ke dokter untuk periksa kesehatan kembali, saya mulai bertekat untuk menurunkan berat badan. Tapi mau mulai dengan cara apa? Olahraga? Olahraga memang salah satu cara, namun bila tidak disertai dengan perubahan pola makan, rasanya mustahil untuk menurunkan berat badan secara maksimal paling banter hanya 2-3 kg saja. Karena konon kalau olaraga saja dan tanpa dibarengi dengan merubah pola makan, maka yang terjadi adalah badan yang semula berlemak akan menjadi lebih berotot namun berat badan tidak berkurang secara signifikan.
Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa salah satu makan dengan jumlah karbohidrat terbesar adalah nasi, dan kabohidrat tersebut akan berubah menjadi lemat apabila tidak dibakar.
Selama ini bila tidak makan nasi, rasanya seperti belum makan apa-apa, dan inilah rupanya salah satu penyebab obesitas disamping kebiasaan ngemil yang terlalu sering.
Setelah merenungkan matang-matang dan tukar pikiran dengan istri, saya memutuskan bahwa saya harus mulai berhenti makan nasi dan ngemil.
Tanggal 17 Mei 2007, saya membuka hari tersebut dengan hanya makan buah dan minum air putih hangat sebelum ke kantor. Luar biasa, hari tersebut merupakan hari terberat dalam hidup. Dengan tekat tidak makan nasi dan ngemil, saya telah membuka lembaran baru kehidupan saya. Hari terasa begitu lambat karena baru jam sembilan pagi, perut saya sudah minta di isi. Saya mencoba mengatasi hal itu dengan minum air putih dan makan apel. Saya berusaha lewati jam-jam tersebut, sampai jam makan siang.
Saya memutuskan tidak lagi makan di kantor, tapi pulang ke rumah dan makan siang di rumah dengan menu yang saya sudah atur. Menu tersebut terdiri atas sayuran kukus, dan ikan kukus. Semuanya tanpa garam. Saya makan dalam porsi yang kecil. Rasa lapat tidak terkirakan, rasanya lebih baik tetap gemuk dan enjoy my life as usualy tapi niat mau kurus dan sehat tidak dapat dibendung juga. Sehabis makan siang dengan menu tersebut, perut yang biasanya di isi dengan makanan 1-2kg diganti dengan makan beberapa gram saja membuat keseimbangan lambung jadi kacau. Rasa lapar luar biasa dan tidak dapat tertahan. Untuk mengatasi hal tersebut, saya kemudian makan ketimun sebanyak-banyaknya sampai perut terasa kenyang dan kembung dengan ketimun. Kembali ke kantor badan terasa lemas. Bagaimana tidak lemas, biasanya makan nasi dan daging, tiba-tiba berhenti membuat badan mulai mencari penyesuaian.
Siang hari di kantor pada jam-jam ngemil sekitar jam 3 sore, perut ini benar-benar tidak tahan. Saya mencoba mengalihkan pikiran memikirkan badan yang ramping dan sempurna, dan hal itu membantu kita tetap mempertahankan nita kita untuk berdiet. Saya makan buah dan minum air puth banyak-banyak.
Akhirnya bisa lolos pagi sampai sore. Bagaimana dengan malam?? Ini juga merupakan persoalan tersendiri. Sore itu saya mulai berolahraga jalan kaki selama 1 jam. Setelah pulang olah raga, saya berusaha menahan lapar dengan makan buah-buahan. Sehabis mandi malam, saya langsung tidur, supaya tidak membuka kesempatan pikiran untuk makan lagi. Namun perut yang sudah biasa makan malam tetap tidak dapat ditipu oleh pikiran kita. Perut minta di isi. Namun karena tekat yang besar, saya hanya makan ketimun banyak-banyak dan masuk tidur. Malam pertama ini benar-benar malam yang sangat menderita dan ini berlangsung sampai 6 bulan ke depan.
Dengan pola makan yang baru dan olah raga yang teratur, dalam jangka waktu satu minggu saya berhasil turunkan berat badan 2.5 kg.
Pagi hari kedua, untuk mengganti kebiasaan makan nasi, saya makan bubur gandum (havermut) dengan porsi kecil dan tanpa garam atau susu. Saya ulangi kebiasaan hari pertama pada hari ke dua dan selanjutnya.
Pada bulan Agustus 2007 berat saya sudah menjadi 100 kg dari 108 kg. Suatu keberhasilan yang lumayan. Bulan Oktober berat badan saya telah turun menjadi 90 kg dan turun secara drastis setelah itu menjadi 78 kg pada bulan januari 2008. Saya tetap dengan pola makan seperti biasanya dan sorenya olahraga jalan kaki selama 30-60 menit.

Saat ini saya sudah memasuki tahun kedua tidak makan nasi dan kurangi daging. Tiap hari saya makan ikan kukus/bakar dengan sayur rebus tanpa garam. Berat badan saya sekarang hanya 75kg. Pernah mau coba lebih kurus lagi, namun tidak sanggup lagi kurangi porsi yang ada saat ini agar bisa mencapai berat ideal yaitu 68-70 kg.
Saya behasil turunkan badan sebanyak 33 kg dalam waktu satu tahun.

Saat ini saya tidak pernah lagi ada keluhan mag, atau badan pegal-pegal dan penyakit flu dan pilek sudah jarang sekali saya dapat.
Dulu ukuran pinggang saya pernah mencapai 41-42. Sekarang ukuran pinggang saya hanya 33.

Tags:

6 Responses to “Pengalaman Menurunkan Berat Badan”

  1. Michael

    Sungguh suatu inspiring testimony. Apa yang dilakukan Yappy membuktikan bahwa tekad, kemauan dan konsistensi dapat membawa kita mencapai apa yang kita inginkan.

    #5
  2. Theresia Perera

    Bravo! Your will power is amazing. Keep up the good work!

    #7
  3. Sephryna

    Hebat banget !!!
    Saya mau turunin berat 10 kg aja udah bingung..
    :(

    #61
  4. shikeu

    krennn aq mlh nmbh pngen diet tp ttp pcng g bs nhan

    #63
  5. red eye

    Sangat inspirasional..thx for sharing

    #66
  6. Ternyata Dengan Perubahan Pola yand dilakukan itu juga bisa membuat penurunan yang tidak pernah saya bayangkan.. Berkat pengalaman Yappy di atas, saya jadi bisa semakin mengerti apa yang seharusnya dilakukan buat menurunkan berat badan…

    Terima kasih telah berbagi….

    #744